KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniyanya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Pendidikan Islam dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Shalawat dan salam tak lupa pula kami haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam jahiliyah menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknlogi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan untuk itu kami sangat berharap kritik dan saran kepada pembaca dan dosen pembimbing untuk meluruskan dan membenarkan kesalahan, kekuarangan yang ada pada makalah kami demi menyempurnakan makalah ini.
Jambi, April 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………
BAB I. PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah……………………………………………………………….
- Rumusan Masalah……………………………………………………………………….
- Tujuan Pembahasan……………………………………………………………………..
- Metode Penelitian………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN
- Pengertian Metodologi Pendidikan Islam………………………………………….
- Ruang Lingkup Metodologi Pendidikan Islam……………………………………
- Prinsip-Prinsip Metodologis…………………………………………………………..
- Pendekatan Dalam Teori Pendidikan Islam……………………………………….
- Metode Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam…………………………………
BAB III PENUTUP
- Kesimpulan………………………………………………………………………………..
- Saran………………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan islam dalam pelaksanaannya membutuhkan metode yang tepat untuk mengantarkan kegiatan pendidikan kearahtujuan yang dicita-citakan. Bagaimanapun baik dan sempurnanya kurikulum pendidikan islam, ia tidak berarti apa-apa, manakala tidak memiliki metode atau cara yang tepat dalam mentransformasikannya kepada peserta didik.
Dalam pendidikan islam, metode mempunyai kedudukan yang sangat pending dalam upaya memnacapi tujuan, karena ia menjadi sarana dalam menyampaikan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum. Tanpa metode, suatu materi pelajaran tidak akan dapat berproses secara efisien dan efektif dalam kegaiatan belajar mengajar menuju tujuan pendidikan.
Metode pendidikan yang tidak efektif akan menjadi penghambat kelancaran proses belajar mengajar sehingga banyak tenaga dan waktu terbuang sia-sia. Karenanya, metode adalah syarat untuk efisiennya ektivasi kepndidikan islam. Hal ini berarti bahwa metode termasuk persoalan yang esensial, karena tujuan pendidikan islam itu akan tercapai secara tepat guna manakalah jalan yang ditempuh menuju cita-cita tersebut benar-benar tepat.
Dalam proses pendidikan islam, metode yang tepat guna apabila mengandung nilai-nilai yang intrisik dan ekstrinsik sejalan dengan materi pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan islam.
Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan pemaparan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pendidikan Islam dalam suatu makalah yang berjudul “Konsep Metode Pendidikan Islam”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari Latar Belakang masalah di atas, maka statmen problemanya adalah “Bagaimana Konsep Metode Pendidikan islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits” sehingga akan di paparkan adalah.
1. Apa sajakah ruang lingkup metodelogi pendidikan islam?
2. Apa sajakah prinsip-prinsip metodologis yang di jadikan landasan psikologi dalam memperlancar proses kependidikan islam.
3. Pendekatan apa saja yang dilakukan dalam teori pendidikan islam untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan islam
4. Metode pembelajaran apa saja yang digunakan dalam pendidikan islam berdasarkan al-Qur’an dan Hadits.
C. Tujuan Pembahasan
1. Ingin mengetahui ruang lingkup metodologi pendidikan islam.
2. Ingin mengetahui prinsip-prinsip metodologis yang di jadikan landasan psikologi dalam memperlancar proses pendidikan islam
3. Ingin mengetahui apa saja yang digunakan dalam teori pendidiikan islam untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan islam
4. Ingin mengetahui metode pembelajaran apa saja yang digunakan dalam pendidikan islam berdasarkan al-Qur’an dan Hadits.
D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode Deduktif
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Pendidikan Islam
Metode pendidikan adalah suatu ilmu pengetahuan tentang metode yang digunakan dalam pekerjaan mendidik. Asal kata “Metode” mengandung pengertian “Suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan” metode berasal dari dua perkataan yaitu meta dan hodos, meta berarti melalui dan hodos berarti “Jalan atau cara” bila ditambah dengan logi yang berasal dari greek (Yunani) logos bearti “akal” atau ilmu.[1]
Dalam kamus besar bahasa indonesia bahwa “Metode” adalah cara kerja yang bersistem untuk melaksanaan kegiatan guna untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[2] Dari defenisi di atas dapat dikatakan bahwa metode mengandung arti adanya urutan kerja yang terencana, sistematis dan merupakan hasil eksperimen ilmiah guna mencapai tujuan yang telah direncanakan.[3]
Sedangkan yang dimaksud dengan metodologi pendidikan islam merupakan jalan yang dapat ditempuh untuk memudahkan pendidik dalam membentuk pribadi muslim yang berkepribadian islam sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Al-Qur’an dan Hadits.[4]
B. Ruang Lingkup Metodologi Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan komponen yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, karena pada dasarnya pendidikan islam merupakan transformasi nilai-nilai islam sebagai substansi dan implikasi dari segala aspek kehidupam.
Menurut Abu Ahmadi, dalam bukunya, “Didaktik dan Metodik” mengatakan, bahwa ruang lingkup Pendidikan Islam Pada lima hal seperti di bawah ini.
1. Perencanaan
Perencanaan adalah suatu kegiatan kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan aktivitas.[5] Robert Glasar memberikan pedoman umum yang dapat digunakan dalam membuat atau merencanakan langkah-langkah mengajar tersebut. Model glasar itudapat digambarkan sebagai berikut:
Berdasarkan skema di atas, menurut Glaser, langkah pertama dalam membuat persiapan mengajar ialah menentukan tujuan pengajaran yang hendal di capai pada jam pelajaran yang bersangkutan, langkah kedua ialah menentukan intering bahavior, entering behavior ialah langka tatkala guru menentukan kondisi siswanya yang mencakup kondisi umum serta kondisi kesiapan kemampuan belajarnya. Langkah ketiga ialah menentukan prosedur (langkah-langkah) mengajar, langkah keempat ialah menentukan cara dan teknik evaluasi.[6]
2. Bahan Pembelajaran
Bahan juga disebut juga dengan materi yaitu, suatu yang diberikan kepada siswa saay berlangsungnya proses belajar mengajar (PBM)
3. Strategi Pembelajaran
Strategi berarti “rencanan yang cermat mengenai kegaiatan untuk mencapai sarana khusus adalah tindakan guru dalam melaksanakan rencana pemelajaran
4. Media Pembelajaran
Media disebut juga dengan alat yaitu sarana yang dapat membantu PBM atau menetapkan alat penilaian yang paling tepat untuk menilai sarana (anak didik) tersebut.
5. Evaluasi
Evaluasi adalah penilaian pada dasarnya adalah memberikan pertimangan atau nilai berdasarkan kreteria tertentu. Fungsi penilaian hasil belajar yang di lakukan dalm PBM adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui tercapainya tujuan pengajaran, dalam hal ini adalah TIK.
b. Untuk mengetahui keefektifan PBM yang telah dilakukan guru, dalam hal ini guru sangat di harapkan kompeten dalam mengajar.[7]
C. Prinsip-Prinsip Metodologis.
Berikut akan di jelaskan prinsip-prinsip metodologi yang di jadikan landasan psikologis dalam memperlancar proses pendidikan islam.
- Prinsip memberikan suasana kegembiraan
Prinsip ini dapat dijabarkan dari sabda Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut:
“Permudahlah mereka jangan mempersulit, gembirakanlah mereka dan jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan mereka menjauhi kamu”
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran…. (Q.S. Al-Baqarag : 185)
- Prinsip memberikan layanan dan santunan dengan lemah lembut.
Firman Allah SWT.
“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonlah ampun bagi mereka….” (Q.S. Ali-Imran : 159)
- Prinsip kehormatan bagi anak didik
Sabda Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut :
“Berbicaralah kamu kepada manusia sesuai dengan kemampuan akal pikiran mereka”.
Sabda Nabi di atas bersumber dari Firman Allah :
“Mereka itu lah yang di kunci mati hatinya mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nnafsu mereka (Q.S. Muhammad : 16)
- Prinsip Persyaratan
Untuk menarik minat manusia didik diperlukan mukaddimah dalam langkah-langkah mengajarbahan-bahan pelajaran yang dapat memadukan perhatian dan minat mereka kearah bahan tersebut. Firman-firman Allah yang termaktub dalam ayat-ayat al-Qur’an banyak kita temukan metode (cara) Allah memberikan pesyaratan kepada manusia yang menjadi khitab Nya seperti berikut.
Menggunakan kata-kata yang mengandung tanbih (minta perhatian) yang difirmankan pada awal sebuh surah, misalnya kata-kata.
- Prinsik Komunikasi terbuka.
Guru mendorong manusia didik untuk membuka diri terhadap segala hal atau bahan-bahan pelajaran yang disajikan mereka, sehingga mereka dapat menyerapnya menjadi bahan aperefsi dalam fikiranya.
Dalam kitanb suci Al-Qur’an terdapat banyak firman Allah yang mendorong manusia untuk membuka hati dan fikirannya, perasaan, pendengaran, dan penglihatan untuk menyerap pesan-pesan yang difirmankan Allah kepada mereka, sehingga apa yang mereka serap sebagai pesan-pesan itu akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan-Nya. Sebagai mana firman Allah dalam A-Qur’an surah al-Q’raaf : 179.
- Prinsip pemberian pengetahuan yang baru.
Dalam ajaran islam terdapat prinsip pembaruan dalam belajar, baik tentang fenomena-fenomena alamiah maupun fenomena yang terdapat dalam diri mereka sendiri. Firman-firman Allah seperti al-Baqarah, 53 ini benar-benar membangkitkan perhatian dan minat mereka mempelajari hal-hal atau unsur-unsur baru dalam alam sekitar dan unsur-unsur baru dari dalam struktur organ-organ tubuh dalam keadaan serta kondisi kejiwaan manusia sendiri.
- Prinsip Memberikan Model Prilaku yang Baik.
Anak didik dapat memperoleh contoh bagi prilakunya bagi pengamatan dan peniruan yang tepat guna dalam proses belajar mengajar, misalnya seperti firman Allah Q.S. Al-Ahzab : 21 dan Q.S. Al-Maidah : 4
Dan Nabi sendiri juga pernah mendidik para sahabat dengan prinsip meniru model shalat yang ditunjukkan di depan mereka sebagai berikut
“Shalatlah kamu seperti kamu melihat aku bershalat”
- Prinsip praktik (pengamatan) secara aktif.
Mendorong anak didik untuk menagamalkan segala pengetahuan yang telah diperoleh dalam proses belajar mengajar, atau pengamatanlah dari keyakinan dan sikap yang mereka hayati dan pahami sehingga nilai-nilai yang telah ditraansformasikan ke dalam diri manusia didik menghasilkan dua buah yang bermanfaat bagi diri dan masyarakat sekitar.
- Prinsip-prinsip lainnya.
Prinsip-prinsip lainnya yaitu prinsip kasi sayang dan prinsip bimbingan dan penyuluhan terhadap manusia didik.
Firman Allah dan Hadits Nabi ini dapat dijadikan landasannya.
“Suruhlah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik (Q.S. An-Nahl : 125)
“Tidak termasuk golonganku orang yang tidak menyanyagi kepada yang lebih muda (lebih kecil) dan tidak mengetahui kewajibannya terhadap yang tua (lebih besar)” (H.R. Al-Tabrany)[8]
D. Pendekatan dalam Teori Pendidikan Islam
Pendekatan dalam pendidikan islam adalah sebuah asumsi terhadap hakikat pendidikan islam setiap pendekatan yang digunakan akan memakai metode yang berbeda pula antara satu pendekatan dengan pendekatan lainnya, olah karena metode selalu terkait dengan pendekatan, sementara pendekatan selalu merujuk kepada tujuan.
Paling tidak ada lima pendekatan yang dapat dipakai dalam kaitannya pendidikan islam, yaitu:
- Pendekatan filosofis
Berdasarkaan pendekatan filosofis, pendidikan islam dapat diartikan sebagai studi proses tentang kepedidikan yang di dasari dengan nilai-nilai ajaran islam menurut konsepsi filosofis, bersumber kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Pendekatan filosofis, al-qur’an memberikan konsepsi secara kongkrif dan mendalam. Terbukti dengan adanya penghargaan Alah SWT. Kepada manusia yang selalu menggunakan pikirannya, seperti Q.S al-Baqarah : 269
- Pendekatan Induksi Deduktif
Pendekatan induksi adalah suatu pendekatan yang pengenalisaannya secara ilmiah. Bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang bersifat umum (universal). Al-Qur’an banyak memberikan contoh tentang proses berfikir guna mengambil kesimpulan terhadap fakta-fakta yang telah dikumpulkan. Salah satu Q.S. Al-Ghasyiyah : 17 - 20).
Pendekatan deduksi adalah kebalikan dari pendekatan induksi pendekatan deduski ini paling banyak di pakai dalam logika klasik Aristoteles.
- Pendekatan Sosio Kultural
Pendekatan ini bertumpu pada pandangan bahwa manusia adalah mahluk yang bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipadang sebagai “homo socius” dan homo sapies” dalam kehidupan masyarakat dan berkebudayaan.
Pendekatan ini sanngat efektif dalam membentuk sifak kebersamaan siswa dalam lingkungannya, baik diseolah maupun dilingkungan masyarakat. Bentuk-bentuk pengaplikasian ini ddalam al-Qur’an disebutkan sebagai berikut :
“Sesuangguhnya kamu adalah umat yang satu, dan aku adalah Tuhanmu makaa sembahlah aku” (Q.S. Al-Anbiya : 92)
“Sesuangguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (Q.S. Al-Hujuurat : 10)
- Pendekatan Fungsional
Yang dimaksud dengan pendekatan fungsional dalam kaitannya pendidikan islam adalah penyaajian materi pendidikan islam dengan menekankan pada segi kemaanfaatannya bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
- Pendekatan Emosional
Pendekatan emosional adalah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati ajaran agamanya. melalui pendekatan emosional setiap guru atau pendidik berusaha untuk membakar semangat anak didiknya dalam melaksanakan ajaran-ajaran yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an[9].
E. Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam
- Metode Pembiasaan
Metode pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama islam.
Inti pembiasaan adalah pengulangan, karenan pembiasaan berisikan penggulangan, maka metode pembiasaan juga berguna untuk menguatkan hafalan.[10]
Al-Qur’an sebagai sumber ajaran islam, memuat prinsip-prinsip umum pemakaian metode pembiasaan dalam proses pendidikan. Dalam meribah sebuah prilaku negatif misalnya al-Qur’an memakai pendekatan pembiasaan yang dilakukan secara berangsur-angsur, kasus pengharama khamar, misalnya, Al-Qur’an memnggunakan beberapa tahab sebagai gambaran umum Allah menurunkan kisah An-Nahl : 67 yang hanya menjelaskan tentang manfaat buah korma aggur agar mereka merasakan besarnya kemahakuasaan Allah. Untuk tahap awal Allah berfirman pada Q.S. Al-Baqarah : 219, ayat ini mengisyaratkan adanya alternatif pilihan yang diberikan Allah antara memilih yang banyak positipnya dengan yang lebih banyak nengatifnya. Tahap kedua Allah berfirman pada Q.S An-Nisa :43 tentang minuman khamar adalah perbuatan dan kebiasaan tidak terpuji. Tahp ketiga secara tegas Allah melarang minuman khamar sebagai tercermin dalam Q.S. Al-Maidah : 90[11]
- Metode Keteladanan
Kita mungkin saja dapat menysun sistem pendidikan yang lengkap, tetapi semua itu masih memerlukan realisasi, dan realisasi dilaksanakan oleh pendidik. Pelaksanaan realisasi itu memerlukan seperangkat metode, metode itu memerlukan pedoman untuk bertindak merealisasikan tujuan pendidikan. Pedoman itu memang diperlukan karena pendidik tidak dapat bertindak secara alamiah seja agar tindakan pendidikan dapat dilakukan lebih efektif dan lebih efisien. Disinilah tedan merupakan salah satu pedoman bertindak.[12]
Dalam Al-Qur’an keteladanan diistilahkan dengan uswahkata ini terulang sebanyak tiga kali dalam dua surah, diantaranya.
“Dan sesungguhnya pada diri Rasulullah itu tauladan yang baik bagi orang yang menghahrapkan (bertemu dengan) Allah dan hari kemudian dan yang mengigat Allah sebanyak-banyaknya” (Q.S. Al-Ahzab : 21)
Seorang guru henndaknya tidak hanya mampu memerintahkan atau memberi teori kepada siswa, tetapi lebih dari itu ia harus mampu menjadi panutan bagi siswanya, sehingga siswa dapat mengikutinya tanpa merasakan adanya unsur paksaan.[13]
- Metode Ceramah
Metode ceramah ialah cara penyampaian sebuah materi pelajaran dengan panutan lisan kepada siswa atau halayak ramai. Metode ceramah dikenal juga dengan metode kuliah karena umumnya banyak dipakai diperguan tinggi.
Sejak zaman Rasulullah metode ceramah merupakan yang paling awal yang dilakukan Rasulullah SAW, dalam menyampaikan wahyu kepada umat. Karakteristik yang menonjol dari metode ceramah adalah peranan guru tanpak lebih dominan. Sementara siswa lebih banyak pasif dan menerima apa yang di sampaikan guru. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda:
“Sampaikan walaupun itu satu ayat”. (HR. Bukhari)
- Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah penyampaian pelajaran dengan cara guru mengajukan pertanyaan dab murid menjawab. Metode ini sering dipakai oleh para Nabi dan Rasul dalam mengajukan ajaran yang dibawanya kepada umatnya. Dengan metode-metode tanya jawab, pengertian dan pemahaman dapat diperoleh lebih mantap, sehingga segala bentuk kesalah pahaman dan kelemahan daya tangkap terhadap pelajaran dapat dihindari semaksimal mungkin.
Firman Allah yang berkaitan dengan metode tanya jawab adalah :
“Bertanyalah kalian pada ahlinya jika kalian tidak mengetahui” (Q.S Al-Nahl : 43)
- Metode Diskusi
Metode diskusi adalah salah satu alternatif metode / cara yang dapat dipakai oleh seorang guru dikelas dengan tujuan dapat memecahkan suatu masalah berdasarkan pendapat para siswa.
Seiring dengan itu, metode diskusi berfungsi untuk merangsang murid berfikir atau mengeluarkan pebdapatnya sendiri mengenai persoalan-persoalan yang kadang-kadang tidak dapat dipecahkan oleh suatu jawaban atau satu cara saja, tetapi memerlukan wawasan/ ilmu pengetahuan yang mampu mencari jalan terbaik.
- Metode Kisah
Metode kisah mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya suatru hal baik yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan saja.
Metode diskusi diisyaratkan dalam Al-Qur’an
“Kami menceritakan kepada kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu. Dan sesungguhnya kamu sebelum (aku mewahyukan) adalah termasuk orang-orang yang lalai” (Q.S Yusuf : 3)
Metode kisa di dunia pendidikan dikenal ada dua macam yaitu kisah Qur’ani dan Kisah Nabawi.
- Metode Pemberian Tugas
Pemberian tugas atau resisterasi adalah terjemahan dari bahasa Inggris “to cite” yang artinya mengutip, yaitu mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu. Lalu belajar sendiri dan berlatih tanggap siap sebagai mana mestinya. Dalam al-Qur’an prinsip metode resitrasi dapat dipahami dari Q.S Al-Qiyamah : 17 - 18, yang artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (didadamu) dan membuat pandai) membacanya. Apabila kamu telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya it”
Metode Resitrasi mempunyai tiga fase.
a. Fase pemberian tugas
b. Fase pelaksanaan tugas
c. Fase pertangguang jawaban tugas.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
- Metodologi pendidikan islam adalah jalan yang dapat ditempuh untuk membantu pendidik dalam membentuk pribadi muslim dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang digariskan Al-Qur’an dan Hadits.
- Ruang lingkup pendidikan islam mencakup lima hal yaitu, perencanaan, bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi.
- Adapun prinsip-prinsip metodologis yang dijadikan landasan psikologis dalam memperlancar proses pendidikan islam adalah prinsip memberikan suasana kegembiraan, prinsip memberikan layanan dan satuan dengan lemah lembut, prinsip kebermaknaan bagi anak didik, prinsip persyarat, prinsip komunikasi terbuka, prinsip pemberian pengetahuan yang baru, prinsip memberikan model prilaku yang baik, prinsip prilaku secara aktif dan prinsip lainnya.
- Pendekatan yang harus dilakukan dalam teori pendidikan islam yaitu pendekatan filosofis, pendekatan induksi - deduktif. Sosio kultural, fungsional dan emosional.
- Adapun metode pembelajaran dalam pendidikan islam yaitu, pembiasaan, keteladanan, ceramah, tanya jawab, diskusi, kisah, pemberian tugas dan masih banyak lagi metode lainnya.
B. Saran
Semoga makalah mengenai konsep metode pendidikan islam dapat berguna dan membantu dalam proses kegiatan belajar pada mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Armai Arief, M.A. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers : Jakarta.
Dr. Ahmad Tafsir. 1994. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. PT Remaja Posdakarya : Bandung
H.M. Arifin, M.Ed. 2006. Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksar
[1] Prof. H.M. Arifin, M.Ed, Ilmu Pendidikan Islam: Bumi Aksara 2006, Hlm. 65
[2] Dr. Armai Arief, M.A. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam : Ciputat Pers 2002, hlm. 87
[3] Op. Cit
[4] Dr. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam persfektif Islam: PT Remaja Rosdakarya, 1994, hlm. 131
[5] Dr. Armai Arief, M.A, Pengantar Ilmu dan Metode Pendidikan Islam: Ciputat Pers, 2002, hlm. 89
[6] Op.Cit, hlm. 132-135
[7] Dr. Armai Arief, M.A, Op.Cit. hlm 91 - 93
[8] Prof.H.M. Arifin, Med. Op.Cit. hlm. 145 - 152
[9] Dr. Armai Arief, M.A, Op.cit, hlm, 100 - 107
[10] Dr. Ahmad Tafsir, Op.cit, hlm. 145
[11] Dr. Armai Arief, Op.Cit, Hlm. 111 - 113
[12] Dr. Ahmad Tafsir, Op.Cit, Hlm. 142 - 143
[13] Dr. Armai Arief, Op.Cit, Hlm. 118 - 119


Entries (RSS)